Yuliyuliawati.com - Mulai lagi iya.... memulai lagi di titik ini pengalaman ini sangat berharga buat saya pribadi,
Jurnaling sebagai pengingat saya yang memiliki kelemahan dalam menata, dulu saya tidak pernah serius dalam melakukan sesuatu hanya sekedarnya dan sesuai dengan mood ternyata banyak hal proses pembelajaran
Dan ini justru banyak memberikan pembelajaran
di uji dan di ingatkan dengan peristiwa itu berbeda sekali dengan, kita di kasih tahu dengan nasehat ( kalau kita di ingatkan dengan nasihat dan di ingatkan oleh sesuatu )
Bersyukurlah
karena kalau kita dikasih nasihat dan di ingatkan oleh peristiwa jauh lebih besar tenaga dan pikiran ( waktu , tenaga, melibatkan materi juga orang orang sekitar )
pernah ingat dengan nasihat orang tua
jangan melakukan ini dan itu nanti kamu bisa ngalamin ini .... upsss bener banget ternyata
setelah saya mengalamin nya baru sadar ini.
Hari ini mumpung belum terlambat ... saya akan mulai lagi jurnaling sebagai evaluasi pribadi (finansial, Relationship, Attitude)
Kalau saya melihat ke belakang, ternyata sudah banyak sekali hal yang saya lalui.
Ada yang menyenangkan, ada yang melelahkan, ada yang saya banggakan, dan ada juga yang sampai sekarang masih menjadi pelajaran.
Tapi ada satu hal yang baru saya sadari belakangan ini.
Saya terlalu sering menjalani hidup tanpa benar-benar berhenti untuk melihat kembali apa yang sudah saya lalui.
Dulu saya sering punya banyak rencana.
Ingin melakukan ini, ingin mencoba itu, ingin belajar sesuatu yang baru. Kadang semangat sekali di awal, lalu berhenti di tengah jalan.
Setelah itu muncul hal lain yang menarik perhatian, kemudian saya mulai lagi dari awal.
Begitu terus.
Saya menjalani banyak proses, mengalami banyak peristiwa, tetapi jarang melakukan evaluasi.
Apa yang sebenarnya sudah saya pelajari?
Kenapa sesuatu tidak berjalan seperti yang saya harapkan?
Apa kesalahan yang terus saya ulangi?
Apa yang ternyata sudah berhasil saya lewati?
Dan yang paling penting...
Sebenarnya saya ingin menjalani hidup seperti apa?
Mungkin karena itulah saya mulai tertarik dengan journaling.
Bukan sekadar menulis kegiatan hari ini.
Tetapi mencoba menyimpan cerita, pikiran, keputusan, kesalahan, dan hal-hal kecil yang selama ini sering berlalu begitu saja.
Saya ingin belajar melihat perjalanan hidup saya dengan lebih jujur.
Bukan untuk menyesali masa lalu.
Bukan juga untuk membuat hidup terlihat sempurna.
Berdamai dengan diri sendiri dan mengenal diri sendiri jauh lebih baik
Tetapi supaya setiap pengalaman tidak hanya menjadi sebuah kejadian yang lewat.
Saya ingin pengalaman itu menjadi pelajaran.
Di usia 49 tahun, saya merasa sudah cukup banyak mengalami berbagai hal untuk mulai berhenti sebentar dan bertanya kepada diri sendiri:
“Setelah semua yang sudah saya lalui, apa yang ingin saya lakukan selanjutnya?”
Mungkin saya memang terlambat menyadarinya.
Tapi mungkin juga tidak ada kata terlambat untuk mulai lebih sadar menjalani hidup.
Jadi, kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Saya ingin mencatat perjalanan ini.
Tentang kehidupan sehari-hari, proses belajar, menata diri, keuangan, rumah, kesehatan dan self-care, mencoba hal-hal baru, termasuk berbagai kegagalan dan keputusan yang mungkin nantinya akan saya evaluasi kembali.
Tidak semuanya akan berjalan mulus.
Dan saya tidak tahu akan sampai di mana.
Tapi setidaknya kali ini saya tidak ingin hanya menjalani dan melupakan.
Saya ingin menjalani, mencatat, melihat kembali, belajar, lalu mencoba lagi.
Ini adalah awal saya menata kembali hidup.
Pelan-pelan.
Satu cerita, satu pelajaran, satu langkah pada satu waktu.
Belajar. Bertumbuh. Berbagi.
Baca : Mengenal Diri Sendiri Lewat Buku Personality Plus
